15
Oct
09

Ingin Selalu Melayani Dengan Hati

Hal 13Benedizione tidak mengalami kesulitan ketika harus menjumpai Yuventius Sigit Mardiatmoko, Ketua I DPP (Bidang Liturgi dan Katekese) Paroki Hati Kudus Yesus (HKY). Meski mengaku lupa telah berjanji untuk wawancara, kesetiaannya untuk selalu hadir di setiap perayaan ekaristi mingguan berhasil mempertemukan Benedizione dengannya siang itu (6/9).

Dipercaya untuk duduk di kursi Dewan Pastoral Paroki HKY masa jabatan 2008-2011 tidak membuat kakek satu cucu ini kewalahan. Pasalnya, pengalaman menjadi panitia Natal dan Paskah membuatnya belajar banyak hal tentang pelayanan liturgi dan katekese di HKY. Tanpa segan, pria kelahiran Wonogiri Jawa Tengah ini berguru kepada setiap orang untuk memantapkan langkahnya. Dukungan dari keluarga pun menjadi modal utamanya dalam berkarya.

Ditanya mengenai program kerja, Sigit menjelaskan bahwa program Bidang Liturgi selalu mengikuti program dari Liturgi Keuskupan. Beberapa program tambahan seperti pembinaan petugas di wilayah dan perlombaan-perlombaan yang berkaitan langsung dengan liturgi dan katekese dibuat sesuai dengan kebutuhan.

“Saat HUT HKY Juli kemarin diadakan lomba homili anak-anak dan asisten imam. Yang terpenting bukan menang atau kalah tetapi kesadaran untuk membuka kitab suci dan keberanian untuk memberikan renungan sehingga umat tidak hanya menjadi pendengar saja tetapi sekaligus menjadi pewarta yang melakukan kegiatan katekese,” imbuh Sigit.

Bila tahun pertama lebih diarahkan untuk merealisasikan program (internal) maka tahun kedua ini lebih diupayakan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sembari mulai terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh paroki lain (eksternal). Sebagai gereja katedral (gereja tempat uskup), HKY diharapkan mampu menjadi kiblat bagi paroki-paroki yang lain. Dalam hal ini, Sigit merasa HKY perlu untuk mempercepat langkah menyusul paroki lain yang telah ‘berlari’ untuk memberikan yang terbaik dalam pelayanannya.

Tema HUT PHKY ke-88 ‘Melayani Dengan Hati’ menjadi agenda terdekat yang akan digulirkan secara terus-menerus dalam pelayanan bidang liturgi dan katekese. Hal ini dirasa penting untuk terus dihidupi karena meskipun terlihat sederhana tetapi pencapaiannya membutuhkan proses yang panjang dan tidak sebentar.

“Menjadi seperti pelayan adalah sanggup melakukan tugas tanpa protes. Hal ini membutuhkan kesadaran bersama dari berbagai pihak baik dari petugas dan umat. Umat sendiri diharapkan juga mampu untuk saling melayani. Jangan sampai di dalam gereja menyanyikan lagu salam damai dan merasa dunia seperti surga tetapi ketika pulang marah-marah dan tidak sabar lantaran kesulitan keluar gereja karena antrian mobil yang panjang. Memiliki kehendak baik dengan bersedia mendahulukan yang lain merupakan salah satu bentuk saling melayani antar umat,” tutur pria yang sewaktu muda pernah menjadi aktivis mudika ini. 

Ditanya mengenai kesulitan yang dihadapi selama mengemban tugas sebagai Ketua I DPP HKY, pria yang menganggap kesulitan sebagai tantangan ini mengungkapkan tidak menemui kesulitan berarti dalam bekerjasama dan berkoordinasi dengan Tim Kerja Bidang Liturgi dan Katekese HKY.

“Kerjasama semakin baik karena ada pertemuan asisten imam dan pertemuan tim liturgi yang diadakan secara rutin setiap bulan. Segala sesuatu dibiasakan untuk diperoleh kesepakatan dulu baru kemudian dijalankan. Satu hal yang masih perlu terus dibangun adalah menyamakan persepsi dan niat untuk melayani dengan hati,” tutur suami dari Yosevina Trimastuti Handayani ini memaparkan.

Pria yang memaknai kesibukannya yang begitu padat sebagai sebuah nyanyian ini berbagi bahwa sebaiknya orang harus sibuk untuk dapat mengatur dan menghargai waktu dengan sebaik-baiknya. Bapak yang selalu mengobati rasa lelahnya dengan bertemu cucu ini juga merasa bersyukur karena bisa merasakan capek diantara kesibukannya.  “Rasa capek itu juga harus disyukuri karena rasanya menjadi enak ketika istirahat”, ujar Pria yang memperoleh kekuatan terbesar dari sang istri ini memaparkan.

Untuk melayani dengan hati, pria kelahiran 20 Januari 1955 ini berpesan kepada umat untuk melakukan segala sesuatu demi kemuliaan Tuhan, Ad Maiorem Dei Gloriam, dan kepada Pengurus DPP HKY untuk selalu berpegang pada tiga hal penting dalam melakukan pelayanan, yaitu ‘aku mau, aku mampu, aku laksanakan’. “Ketiganya harus satu paket agar bisa melayani dengan hati,” imbuh Sigit menutup perjumpaan dengan Benedizione. (*)

M. Ch. Reza Kartika


0 Responses to “Ingin Selalu Melayani Dengan Hati”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: