14
Sep
09

Tuhan Mendengar Doa Saya

Hal 35Sebenarnya sudah lama kisah ini terjadi tetapi saya tetap ingin membagikan kesaksian ini untuk mengingatkan betapa Tuhan sangat mengasihi dan peduli terhadap kita. Kejadian ini saya alami sewaktu saya masih tinggal dan bekerja di Jakarta. Ketika bank tempat saya bekerja dilikuidasi waktunya hampir bersamaan dengan kerusuhan besar-besaran yang pernah terjadi di Jakarta pada tahun 1998 yang lalu. Karena beberapa kantor cabang dari bank tempat saya bekerja dibakar pada saat kerusuhan waktu itu maka bank tersebut mengalami kesulitan dalam hal keuangan dan akhirnya tidak lama kemudian terpaksa dilikuidasi. Pada saat itu, yang namanya pengangguran atau orang yang mencari pekerjaan sudah tidak terhitung lagi banyaknya yang jelas amat sangat banyak sekali dibanding masa-masa biasanya. Jangankan perusahaan mengurusi recruitment, mengurusi tempat usahanya yang dijarah atau dibakar saja sudah kewalahan. Jadi usaha untuk mencari suatu pekerjaan pada masa itu adalah sesuatu yang sangat mustahil bagi manusia. Namun tidak demikian halnya bagi Tuhan.

Setelah saya resmi di PHK, saya tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan. Apakah saya masih tetap mencoba bertahan di Jakarta tanpa ada kepastian tentang pekerjaan, atau saya harus pulang ke Jawa Timur dan mencoba mengadu nasib di sana. Saya melihat keduanya bukanlah pilihan yang mengenakan buat saya. Di Jakarta, saya sudah tidak melihat lagi akan adanya suatu harapan. Sedangkan untuk pulang ke Jawa Timur, sayapun enggan dan malu dengan teman-teman di sana. Satu-satunya yang bisa saya lakukan saat itu hanyalah berdoa dan berpuasa. Saya benar-benar berserah dan melimpahkan semua beban permasalahan saya kepada Tuhan. Saya kembalikan lagi semua kepada kehendakNya. Jikalau Tuhan masih mengijinkan saya bekerja di Jakarta, dalam waktu satu bulan ini saya memohon untuk mendapatkan suatu pekerjaan lagi. Tapi jika dalam waktu satu bulan ini saya tidak mendapatkan pekerjaan, maka itu saya artikan bahwa Tuhan memang menghendaki saya harus pulang ke Jawa dan mengadu nasib di sana.

Satu bulan hampir berlalu, tanda-tanda untuk saya mendapatkan suatu pekerjaanpun tidak kelihatan. Pikiran manusia saya mengatakan, mungkin Tuhan memang menghendaki bahwa sudah saatnyalah saya harus pulang. Dengan perasaan tidak menentu sayapun mulai mengepak barang-barang dan siap untuk dikirim pulang. Tetapi sebelum pulang saya janjian pergi ke suatu mall dengan teman karib saya yang mungkin untuk terakhir kalinya kami pergi bersama sebelum saya kembali ke Jawa. Kemudian saya telpon ke rumah dia untuk mengkonfirmasikan rencana kami.

Sewaktu saya telpon kebetulan yang mengangkat adalah om nya (dia tinggal bersama keluarga om nya) yang juga mantan salah satu direktur bank tempat saya bekerja dulu. Sekalian saya pamit kepada beliau kalau saya mau pulang ke Jawa Timur. Tidak saya sangka ternyata itulah jawaban doa saya kepada Tuhan. Puji Tuhan, beliau malah menawari saya untuk bekerja di perusahaan pribadinya yang ternyata saat itu memang membutuhkan seorang akuntan. Saya sampai terheran-heran betapa mudahnya bagi Tuhan untuk menyelesaikan masalah yang bagi saya sungguh terasa sangat berat sekali. Sayapun segera menyadari bahwa semua itu adalah pekerjaan Tuhan yang telah dilakukanNya bagi saya. Apa yang dalam pandangan manusia sesuatu itu mustahil namun tidak demikian halnya bagi Tuhan. Apapun bisa Dia lakukan, bahkan Dia sanggup mengubah suatu masalah menjadi berkat asal kita mau dan percaya kepadaNya, membiarkan Dia berkarya menurut caraNya. Dan mengabulkan menurut ukuranNya pada waktu yang tepat sesuai perhitunganNya.

Oleh : Theresia Margaretha


0 Responses to “Tuhan Mendengar Doa Saya”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: