14
Sep
09

Teras

Hal 1Setelah kita melewati masa Prapaskah yang begitu panjang, yang diawali hari Rabu Abu. Sebentar lagi kita akan merayakan hari raya Paskah, atau Kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus. Kebangkitan Kristus merupakan tumpuan dan harapan bagi kita semua. Karena disitulah sebenarnya inti dari iman kristiani kita sebagaimana telah ditegaskan oleh Santo Paulus “Seandainya Kristus tidak bangkit, maka sia- sialah iman kita”

Masa Prapaskah yang sering disebut juga Retret Agung adalah masa pertobatan agar kita dapat memurnikan hati dan budi sehingga nantinya dapat lebih sungguh dalam merayakan Paskah yaitu mengenangkan Kristus yang telah bangkit, dan mengalahkan maut, kini sungguh hadir di tengah-tengah kita melalui berbagai peristiwa hidup sehari hari. Kesadaran akan kebangkitan Kristus itu merupakan sesuatu yang sungguh sangat penting dan menentukan keselamatan kita. Karena keselamatan adalah suatu rencana dan kehendak Allah sendiri, dan Allah tidak menghendaki seorangpun dari kita binasa. Namun dalam karya keselamatan itu Allah tetap membutuhkan kerja sama dari manusia. Siapapun juga termasuk kita.

Paskah juga dapat kita jadikan sebagai sarana untuk lebih meningkatkan pengenalan kita akan pribadi Tuhan, juga pengalaman hidup yang berkeme nangan bersama Tuhan serta kesediaan menderita untuk menyangkal diri terhadap semua hal yang menghambat pengenalan kita akan Tuhan. Karena Yesus sendiri telah bersabda “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”. Sehingga kita menjadi berani untuk bangkit dan bergerak dengan iman untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Dan membuat kita juga semakin bersemangat dalam mengejar hal hal yang lebih mulia dibandingkan dengan mengejar kemegahan duniawi yang tidak bisa menjamin kehidupan kita kelak.

Paskah juga mengingatkan kita akan pengorbanan Yesus di kayu salib untuk memulihkan manusia dari dosa. Namun betapa seringnya kita tidak menghargai pengorbananNya itu dengan masih saja kita lebih suka berkubang di dalam dosa. Mari kita renungkan kembali apa yang telah kita perbuat untuk menghargai pengorbananNya itu. Agar kita dapat mati terhadap dosa dan hidup hanya bagi Allah serta dipergunakan hanya demi kemuliaanNya saja.

Akhir kata, oleh karena cintaNya yang begitu besarlah Dia bersedia datang ke dunia. Dan Dia rela mati agar kita beroleh hidup. Dialah Tuhan kita, Yesus Kristus yang sangat dan akan selalu mencintai kita, dahulu sekarang dan sampai selamanya. Dan semoga kebangkitan Kristus dapat membangkitkan semangat baru dalam kehidupan iman kita.

Selamat Paskah. Tuhan Yesus memberkati.

REDAKSI


0 Responses to “Teras”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: