14
Sep
09

Politik Tidak Rumit

Hal 32Hal 33Konon orang yang belajar politik punya ciri fisik tertentu. Kepalanya botak, dahinya berkerut, berdasi dan kelihatan lebih tua dibandingkan usianya. Banyak yang seperti itu di sekitar kita. Dan mungkin gambaran fisik yang seperti ini pula yang menyebabkan orang muda Katolik (OMK) tidak antusias untuk belajar, dan bicara politik. Walau pendapat ini tidak sepenuhnya benar tapi mungkin berpengaruh.

Kalau ada diantara kita yang menyempatkan diri mengamati apa yang terjadi di Aula Paroki Yohanes Pemandi Surabaya, Minggu (22/2) lalu mungkin akan melihat gambaran yang berbeda. Tidak ada yang botak, berdasi, kening berkerut apalagi “muka tua”. Yang tampak adalah puluhan OMK yang gagah dan cantik, dengan style yang up  to date sedang curah gagasan dan berbagi pengetahuan, pemahaman dan pengalaman politik. Mereka hadir pada acara “Belajar Politik Bareng, Yuk” buah karya OMK Kevikepan Surabaya Selatan.

Banyak topik yang mereka bicarakan. Mulai dari situasi politik aktual, Pemilu 2009, perbedaan pengertian antara politik dan politicking serta kondisi OMK di lingkungan masing-masing.

Kalau dilihat dari topik pembicaraan diatas, tentu tidak ringan dan mungkin terlampau berat bagi orang kebanyakan. Tapi bagi OMK yang hadir dari berbagai paroki se-Kevikepan Surabaya Selatan dan beberapa paroki dari Surabaya Barat dan Utara, topik tersebut tidak terlampau rumit. Ini terbukti dengan lancarnya lalu-lintas diskusi, serta meratanya kesempatan dari hadirin untuk mengajukan berpendapat.

Ada beberapa poin penting yang disharingkan oleh hadirin. Tentang kondisi politik aktual yang karut-marut, OMK berpendapat masih ada harapan untuk menjadi semakin baik. Syaratnya adalah tidak apatis. Menurut mereka, partisipasi adalah kunci perubahan karena kalau terus-menerus pasif, itu sama halnya dengan membiarkan orang-orang yang berkehendak buruk mengacaukan bangsa ini.

Tentang Pemilu 2009, walau dipusingkan dengan banyaknya partai politik, OMK optimis bahwa ini adalah proses yang mesti dilalui.

Toh nantinya, masyarakatlah yang akan mengeliminasi parpol dan ca-lon legislatif yang akan berlaga. Tapi dengan catatan, OMK wajib meng-gunakan hak pilih alias tidak golput. Karena bila hak pilih kita tidak digu-nakan, maka kemungkian besar caleg atau parpol yang semestinya tidak diharapkan menjadi wakil rakyat akan menang.

Acara yang diketuai oleh Edwina Prabowo ini juga  mengajak OMK dan umat Katolik untuk tidak terburu-buru jijik dan enggan dengan politik. Karena ternyata yang membuat jijik bukan politiknya tapi politicking. “Politik sebagai dimensi hidup adalah segala sesuatu yang di upayakan bersama oleh masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Sedangkan politik sebagai bidang hidup adalah upaya yang dilakukan pribadi atau golongan untuk mencapai kepentingan memperoleh kekuasaan,” ujar Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Surabaya Rm Tri Kuncoro Yekti yang hadir sejak awal.

“Pendidikan politik adalah satu program Komisi Kepemudaan sepanjang tahun ini. Acara seperti ini perlu digalakkan di banyak paroki,” ujar romo Cuncun (panggilan akrabnya)

Hal senada juga disampaikan Romo Dominikus Kefi, SVD ketika membuka acara, “Orang Katolik perlu ikut politik, karena  politik itu baik adanya. Yang buruk hanyalah perilaku individu tertentu dan praktik politik yang tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat”.

Walaupun mengangkat topik yang lumanyan berat, acara belajar politik bersama ini jauh dari kejenuhan. Sejak dimulai pada pukul 10.00 wib dan berakhir pukul 15.00, antusiasme peserta tidak berkurang.

Rupanya antusiasme peserta yang cukup positif ini menurut Edwina dikarenakan metode belajar bersama yang dipakai sangat partisipatif dan tidak konvensional (seperti: seminar) sehingga peserta merasa dihargai  pendapatnya dan bisa secara leluasa berbagi dengan peserta yang lain.

Dalam acara ini penyelenggara menawarkan metode belajar  partisipatif yaitu penggunaan metode dan alat kerja RAP (Riset Aksi Partisipatoris) yaitu asosiasi bebas, metaplan, meta narasi dan FGD (focus group discusion) serta dibantu dengan pemutaran film “Ayo Ikutan Politik” produksi kelompok Demos.

Peserta yang hadir pada acara ini, walaupun hanya sebagian kecil dari OMK di keuskupan Surabaya harus didukung  sebagai langkah maju dan strategis demi masa depan gereja, bangsa dan negara.


0 Responses to “Politik Tidak Rumit”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: