14
Sep
09

Pengudusan Diri Dengan Menjadi Legioner

Hal 15Meski tidak lagi menjabat sebagai  ketua Komisium Ratu Semesta Alam legio Maria Keuskupan Surabaya, Mary Irawan tidak serta merta berhenti dari tugas pelayanannya. Terhitung sejak Januari 2009 yang lalu, kepengurusan komisium ini telah mengalami pergantian. Adapun Mary telah berganti tugas menjadi bendahara.

Ditemui Benedizione di kediamannya, Mary yang didampingi Theresia Dewi Sumargo sebagai ketua yang baru bersedia memberikan uraiannya tentang seluk beluk Legio Maria.

Berangkat dari semangat kekudusan seorang tokoh bernama Frank Duff, Legio Maria lahir. Tanggal 7 September 1921 menjadi peringatan berdirinya Legio Maria, organisasi kerasulan awam dengan pelayanan terhadap Gereja di bawah bimbingan hirarki. Dari sekian banyak organisasi Katolik dan kelompok kategorial yang ada, Legio Maria merupakan satu-satunya organisasi yang sangat struktural. Tingkat tertinggi dari sruktur organisasi ini adalah Konsilum (dewan internasional) yang berpusat di Dublin. Di bawah Konsilum ada beberapa Senatus (dewan nasional) yang meliputi beberapa Regia (dewan pra senatus). Regia sendiri terdiri dari beberapa Komisium (dewan tingkat Keuskupan) yang meliputi Kuria (dewan Pembina beberapa presidia). Di tingkat paling bawah ada Presidium-presidium yang bertanggung jawab pada Kuria. Presidium merupakan kelompok kerasulan Legio Maria yang terdiri dari 5-20 orang.

Lebih lanjut Mary menjelaskan bahwa dalam perkembangan Legio Maria, khususnya Komisium Ratu Semesta Alam yang berada dalam lingkup Keuskupan Surabaya sudah memiliki 9 kuria yang meliputi 12 presidium. Rapat dan tugas doa serta kunjungan merupakan aktivitas Legio Maria. Di samping doa Rosario, doa Catena Legionis merupakan doa wajib bagi seorang Legioner (sebutan untuk anggota Legio Maria, red).

Anggota Legio Maria terdiri atas anggota aktif biasa yang rutin menghadiri rapat doa dan tugas kunjungan, anggota aktif pretorian yang juga rutin mengikuti misa harian di samping rapat doa dan tugas kunjungan serta auksilier yang hanya manjalankan tugas doa tanpa harus menghadiri rapat rutin maupun tugas kunjungan. Sejauh ini, kegiatan nyata Komisium Ratu Semesta Alam yang sudah berjalan antara lain kunjungan ke rumah sakit dan yayasan kanker, kunjungan ke Lembaga Permasyarakatan, panti asuhan dan panti jompo, pendampingan anak jalanan serta pendampingan untuk pendalaman iman di lingkungan-lingkungan.

“Pada dasarnya tujuan dari Legio Maria ini adalah mengkuduskan anggota-anggotanya lewat doa dan karya kerasulan, sesuai dengan semangat awal tokoh pendirinya,” Dewi menegaskan. “Di sini kita juga belajar untuk mengembangkan diri dan berani mempertahankan komitmen, sehingga menjadi pribadi yang berkualitas. Secara pribadi, setiap orang yang terlibat akan mengalami suatu pengalaman iman yang berarti dalam hidupnya.” tambahnya. Secara langsung maupun tidak langsung, Legio Maria sangat membantu tugas-tugas pastoral. Kunjungan merupakan satu usaha pendekatan umat secara personal yang notabene tidak lagi dapat dijangkau oleh para imam, biarawan dan biarawati terutama di paroki-paroki dengan jumlah umat yang cukup banyak dan beragam seperti paroki HKY. “Di sinilah letak pengudusan itu,” Mary menerangkan.

Sejauh ini, anggota Legio Maria masih didominasi oleh umat dewasa dan lansia. Masih sedikit Legio junior yang beranggotakan anak-anak setingkat Rekat dan Mudika. Dewi menegaskan bahwa keterbatasan waktu jelas menjadi faktor penghambat yang utama. Seiring berjalannya waktu diharapkan ada regenerasi keanggotaan Legio Maria ini.


0 Responses to “Pengudusan Diri Dengan Menjadi Legioner”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: