14
Sep
09

Panen Palem di Wilayah IV PHKY

Hal 23Saat minggu palem tiba, sekarang mudika wilayah IV PHKY sudah tidak lagi kesulitan jika harus mengumpulkan daun palem, karena mereka menanam sendiri pohon palem.

Awalnya ide ini muncul dari Astrid Yuliandini yang kemudian direalisasikan oleh Andre, sebagai ketua mudika di wilayah IV waktu itu. Setiap kali Minggu Palem tiba mereka agak kesulitan karena minimnya keluarga yang punya pohon palem. Tak jarang mereka harus hunting sampai ke luar kota antara lain sampai ke Pandaan dan Malang. Atau kalau itupun masih kurang juga dengan sangat terpaksa mereka mengambil daun palem dari taman di pinggir jalan.

Dari pengalaman itulah ide muncul. Untuk melaksanakan ide itu, modal awalnya mereka membeli 50 pohon palem untuk dibagikan ke enam lingkungan yang bernaung di wilayah IV. Dari lingkungan dibagikan ke keluarga-keluarga yang bersedia dititipi pohon di halaman rumahnya.

Kini, setelah kurang lebih satu tahun, pohon-pohon itu siap untuk dipetik hasilnya. Dari satu pohon bisa diambil 15 hingga 20 daun palem. Jadi dari 50 pohon mereka sudah bisa mendapat 850 lebih daun palem yang siap untuk disetor ke paroki dan kapel RKZ tentu saja setelah ditambah dengan sumbangan dari keluarga-keluarga lain.

Ide yang bagus sekali untuk segera diikuti karena setiap tahunnya gereja kita selalu membutuhkan daun palem. Dan semoga ide dari mudika wilayah IV ini bisa menjadi inspirasi untuk mudika-mudika dari wilayah lain.

Theresia Margaretha

 ————————————————————————

Pemeran Yesusnya berkacamata dan tidak gondrong

Dalam masa prapaskah ini hampir semua paroki mendadak menjadi sangat sibuk. Umat dan dewan parokinya mempersiapkan diri agar dapat tampil dengan maksimal pada saat Tri Hari Suci. Banyak latihan digelar seperti koor, drama visualisasi, misdinar, dan lain-lain. Begitu pula yang terjadi di Paroki HKY.

Drama visualisasi jalan salib (via dolorosa) saat Jumat Agung akan dimainkan oleh Mudika HKY. Sekelompok mudika yang telah terpilih menjadi pemain ini dikoordinir oleh Stanislaus Patrick. Mereka rutin latihan setiap Senin, Kamis dan Sabtu. Latihan rutin ini diperlukan karena penghayatan dan penjiwaan pada adegan dan dialog menjadi kunci tersampaikannya makna kisah sengsara Yesus ini pada umat.

Menurut naskahnya, drama ini ini akan dibagi dalam tiga plot yaitu adegan di Taman Getzemani, adegan di pengadilan agama, dan adegan pengadilan Pilatus. Sutradara Erick “Genjour” Saputra memasang seorang pemain yang disebut “Sang Waktu” sebagai narator dan penyambung cerita dalam drama ini. Untuk tokoh Yesusnya sendiri terpilih Febri dari Wilayah V. “Awalnya susah juga dalam penghayatan tetapi sekarang sudah mulai lancar,” ujar Febri yang sempat digoda oleh rekan-rekannya karena berkacamata dan tidak gondrong seperti Yesus.

Kisah sengasara Yesus yang mengharukan sekaligus heroik itu sudah banyak difilmkan dalam berbagai versi. Yang paling fenomenal tentu saja adalah film Passion of The Christ karya Mel Gibson yang dikritik oleh Vatikan karena terlalu vulgar menampilkan adegan kekerasan. (*)

Oleh : Ferdinand Vidiandika


0 Responses to “Panen Palem di Wilayah IV PHKY”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: