14
Sep
09

Menghadirkan Kasih Allah lewat Pendampingan Pasien

Hal 24Gedung baru itu berlantai dua, terletak di sudut belakang, tepat berdampingan dengan kapel RSK St. Vincentius a Paulo. Patung Bunda Maria berukuran 1,5 meter menyambut hangat dengan tangan terbuka di depan pintu masuk, menggambarkan kesiapsediaan untuk menerima setiap hati yang datang. Melangkah masuk ke dalam, pengunjung akan disuguhi banyak ragam bacaan bermutu plus ruang bacanya yang nyaman. Siapa yang menyangka, gedung yang diberkati oleh Mgr. Vincentius Sutikno W. pada tanggal 11 Februari 2008, saat peringatan Hari Orang Sakit sedunia, itu adalah kantor dari Tim Pastoral Care (PC) yang sempat beberapa kali pindah ruangan dengan kondisi tidak tetap sebelumnya.

Pastoral Care terdiri dari dua kata, yaitu: pastoral dari kata pastor yang berarti gembala dan care yang berarti pelayanan, sehingga ketika digabungkan mempunyai arti pelayanan penggembalaan. Kehadiran PC mulanya berangkat dari keinginan sederhana Sr. Yosephin, SSpS untuk memberikan sentuhan rohani kepada pasien di rumah sakit dengan memutar piringan hitam lagu-lagu rohani bagi seluruh pasien. Hal ini sesuai dengan semangat misioner Konggregasi Abdi Roh Kudus (SSpS) untuk selalu memberi warna kehadiran dari seorang biarawati melalui karya pewartaannya dengan membawa nilai-nilai misioner sebagai ciri khas, yaitu: kasih, respek, bela rasa, dan solidaritas. Pelayanan sederhana ini terus berlangsung selama beberapa waktu. Selanjutnya, diawali dengan ide Sr. Rosa Damai, SspS untuk membuat format bidang pelayanan PC dan melalui diskusi dengan Rm. Dr. Piet Go, O Carm dan masukan dari Prof. Dr. Maramis dan Rm Prof. Dr. P Janssen, CM akhirnya diperoleh bentuk-bentuk kegiatan PC yang sesuai dengan Pedoman Etis Pastoral Rumah Sakit Katolik yang ditetapkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada 19 November 1987. Pedoman etis yang bersumber dari Kitab Hukum Kanonik dan kitab suci ini mengatakan bahwa setiap rumah sakit Katolik harus mempunyai pendampingan PC yang diperlukan untuk menghantarkan pasien dan keluarga pasien kepada kesembuhan holistik (fisik, psikis, spiritual, dan sosial), terutama yang harus menjalani operasi  berat  dan kematian. Tanggal 13 September 1991, saat format bidang pelayanan PC terbentuk, ditetapkan sebagai hari lahir PC di RSK SVAP. 

Saat ini, karya pelayanan PC bagi para pasien yang dirawat di RSK SVAP meliputi: pendampingan pastoral (kunjungan pasien, pendampingan pasien, support therapy bagi pasien paliative care), pewartaan (siaran radio, siaran misa kudus, leaflet “Surat untuk Pasien”, dan poster dinding), dan perpustakaan (perpustakaan keliling dan peminjaman buku di ruang baca PC).

Pendampingan pastoral, merupakan produk unggulan dari PC. Kegiatan ini dilakukan setiap hari pada pagi (pk. 08.30-12.00) dan sore (pk. 15.00-20.30) hari. Saat ini, dengan “pasukan” tujuh orang pendamping (tiga orang suster dan empat orang pendamping) yang dimiliki oleh PC, masing-masing pendamping mampu melakukan kunjungan pasien rata-rata 70 kali dan pendampingan pasien rata-rata 20 orang setiap bulan. Pendampingan diprioritaskan bagi pasien dan keluarga pasien yang sedang dirawat di rumah sakit dan dapat dilakukan di luar jam kegiatan apabila dibutuhkan. Bagi pasien yang telah keluar rumah sakit dan membutuhkan pendampingan, pasien dapat langsung berkunjung ke PC. Untuk menjaga kompetensi (kualitas) pendamping, PC mengadakan in house training bagi para pendamping rutin setiap minggu sekali bergantian antara kegiatan sharing pengalaman mendampingi pasien dan kegiatan verbatim (percakapan) pastoral untuk melihat korelasi antara pertanyaan yang disampaikan konselor dan jawaban yang diberikan pasien. Kedua kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendampingan yang dilakukan.

Pewartaan, merupakan sarana penunjang dari kegiatan pendampingan. Kegiatan pewartaan melalui siaran radio pastoral ini terdiri dari tiga materi siaran dalam satu hari, antara lain: Rohani (pk. 08.00-10.00) yang berisi renungan dan doa pagi, Profan (pk. 10.00-13.00) yang berisi penyuluhan gizi, sandiwara, psikologi kesehatan, pilihan pendengar, kesehatan terpadu, dan PKMRS  yang disiarkan secara bergantian, dan Instrumen (pk. 16.00 – 20.00) yang berisi lagu rohani, pilihan pendengar, dan ditutup dengan renungan dan doa malam. Siaran misa kudus dilangsungkan setiap hari dan disiarkan melalui radio secara langsung. Sarana pewartaan lain yaitu leaflet “Surat untuk Pasien” yang berisi renungan bagi pasien diterbitkan setiap satu bulan sekali.

Perpustakaan, juga merupakan sarana penunjang dari kegiatan pendampingan. Layanan perpustakaan keliling dari kamar ke kamar dilakukan setiap Selasa dan Jumat. Peminjaman buku dan majalah tetap dapat dilayani setiap hari selama jam kerja di PC. Layanan ini terbuka untuk umum dengan ketentuan buku dan majalah hanya dapat dibaca di tempat.

Ketiga kegiatan di atas merupakan pilar utama pelayanan PC. Layanan liturgi, doa, dan sakramen, seperti: misa Hari Orang Sakit Dunia, misa pasien Jumat pertama, pelayanan Sakramen (ekaristi, komuni kudus, tobat, perminyakan, dan perkawinan), dan doa merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai bagian dari karya pelayanan. Pengembangan pelayanan lain yang terus dilakukan hingga kini antara lain: kerjasama dengan kelompok doa/ mitra pelayanan, rekreasi pasien anak : nonton film dan panggung boneka, dan rekreasi pasien dewasa.

Kegiatan PC di RSK SVAP merupakan Tim PC satu-satunya di Indonesia yang memiliki psikolog sebagai bagian dalam tim pendamping pasien dan memiliki pastor kategorial yang tinggal di rumah sakit dan disebut sebagai Kapelan. PC ini juga memiliki kegiatan pelayanan yang lengkap meski jumlah tim pendamping pasiennya terbatas dan belum mampu menjangkau seluruh pasien rumah sakit.

Masih dalam rangka pengembangan pelayanan, Sr. Odilia, SSpS, ketua Tim PC, menjelaskan bahwa PC berencana membentuk relawan yang berasal dari paroki atau dari kelompok yang secara sukarela tergerak dan bisa mengunjungi pasien. Selanjutnya, apabila pasien membutuhkan pendampingan, relawan tersebut dapat merujuk pasien dan tim PC untuk melakukan pendampingan secara khusus.

Pengalaman kesembuhan yang holistik agaknya tidak hanya dialami oleh pasien yang telah memperoleh pendampingan. Juliana, wakil ketua Tim PC, mengungkapkan bahwa pengalaman sakit dan luka yang dialaminya juga dapat disembuhkan ketika mendampingi pasien. “Berjumpa dengan orang sakit merupakan sekolah hidup yang memberi saya banyak kebijaksanaan hidup yang tidak didapat di sekolah, dan hal itu perlu disyukuri.”

Semua kegiatan PC ini diselenggarakan dengan harapan agar setiap orang yang datang ke RSK SVAP mengalami kehadiran dan kasih Allah sehingga ia tidak melihat sakit sebagai kutuk melainkan sebagai kesempatan untuk berefleksi terhadap hidupnya sehingga mampu menemukan makna dari penderitaan yang dia alami.

Saat ini RSK SVAP sebagai rumah sakit Katolik terbesar di Surabaya memiliki reputasi yang menonjol di antara rumah sakit lain sekelasnya. Kehadiran PC sebagai layanan khusus membuat RSK SVAP semakin mantap merajai layanan kesehatan.

Oleh : M. Ch. Reza Kartika


0 Responses to “Menghadirkan Kasih Allah lewat Pendampingan Pasien”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: