14
Sep
09

Menebar Benih Panggilan di Seminari Tahun Rohani

Hal 38Kalau Anda pernah ke Sasana Krida Jati Jejer (SKJJ), Trawas, Mojokerto, Anda tak akan lepas dari decak kagum tentang panoramanya yang indah. Panorama alam gunung Penanggungan yang memesona menambah keelokan tersendiri.

Beragam komunitas dari berbagai kota telah membuktikan bahwa tempat ini sangat layak untuk beraktivitas pembinaan mental, dan rohani. Sekaligus tempat yang sangat tepat untuk mencari ketenangan, keheningan dan kesegaran rohani. Di tempat inilah Seminari Tahun Rohani Yohanes Maria Vianey Keuskupan Surabaya menebar benih-benih panggilan untuk menjadi imam.

Dari wacana yang akhirnya menjadi cita-cita Keuskupan Surabaya untuk memiliki Seminari Tahun Rohani sendiri akhirnya terwujud. “Seminari ini berdiri pada 4 Agustus 2008 yang menampung angkatan pertama sejumlah tiga belas frater, namun selanjutnya ada yang mengundurkan diri hingga kini masih tersisa sebelas orang” ungkap romo P.C. Edi Laksito, Pr yang juga Vikjen Keuskupan Surabaya.

Sebelumnya,para frater Keuskupan Surabaya menjalani tahun rohani di Seminari Tahun Rohani di Malang yang telah berdiri sejak tahun 1987.  Disana tergabung para frater yang berasal dari berbagai keuskupan (interdiosesan). Diantaranya Keuskupan Malang, Surabaya, Denpasar, wilayah Kalimantan dan Timor Leste.

Karena Keuskupan Surabaya memiliki wacana untuk bisa mengefektifkan pembinaan para fraternya, akhirnya Keuskupan Surabaya mendirikan seminari sendiri. “Harapanya supaya para frater lebih fokus dalam mengenal dan mencintai gereja Keuskupan Surabaya. Hal ini merupakan dasar dari seluruh proses pembinaan calon imam,” sambung romo yang akrab dipanggil romo Nanglik ini.                          

Tahun rohani yang dibina oleh romo Fany Hure, Pr ini bertujuan untuk mempersiapkan ke jenjang seminari tinggi. Dalam prosesnya para frater akan mendapatkan bimbingan yang menyangkut seluruh aspek pembinaan pribadi. Di antaranya, aspek kepribadian, kerohanian, akademis dan pastoral. Ini bertujuan memberi dasar untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya nilai-nilai hidup yang diperoleh.

Romo Nanglik menuturkan, untuk bisa memasuki masa tahun rohani syarat mutlaknya harus dari seminari menengah atau postulat. Para frater yang telah selesai menjalani tahun rohani selama sepuluh bulan, selanjutnya menyelesaikan kuliah S1 Filsafat dan Teologi, pastoral satu tahun, dan secara khusus menyiapkan diri untuk menjadi imam praja dengan menjalani masa diakon.

Tahun rohani adalah sebuah retret agung yang dijalani para frater untuk lebih mengenal dan mencintai diri sendiri, keluarga, antarteman, Gereja Keuskupan Surabaya, dan Tuhan Yesus yang memanggil mereka. Maka dalam proses pembinaannya sangat ketat. Para frater tidak boleh membawa handphone dan tidak boleh menerima telepon. Ada tahapan-tahapan yang juga tak kalah pentingya yang harus dilalui oleh para frater di tahun rohani. Misalnya, (1) tahap konsolidasi atau penyesuaian, (2) tahap discernment atau penegasan, supaya para frater bisa membedakan dengan tegas dan melihat lebih jernih apa yang dikehendaki Tuhan. Dan terakhir adalah (3) tahap komitmen, dimana para frater bisa menghadapi temuannya itu dengan penuh komitmen. Dari seluruh tujuan pelayanan itu disesuaikan dengan tahapan-tahapan tersebut. Menariknya model pembinaan tahun rohani Keuskupan Surabaya memiliki kekhasan tersendiri yang tak dimiliki oleh keuskupan lain. Ketatnya peraturan itu bertujuan agar para frater lebih mencintai keheningan. Karena saat hening adalah saat untuk berelasi dengan Tuhan yang memanggil mereka. “Selain mendapatkan bimbingan rohani, mereka juga mendapatkan kegiatan belajar akademik. Misalnya setiap Senin dan Kamis diadakan hari berbahasa Inggris,” tutur romo kelahiran Kertosono ini.

Meski terdapat kegiatan belajar, di seminari ini tidak ada ujian atau penilaian rapor. Karena kegiatan di seminari tahun rohani lebih menekankan pada pengolahan diri, rohani dan kepribadian. “Jadi di seminari ini tidak ada yang tinggal kelas, yang ada hanya terus atau keluar,” tambah Rm. Nanglik.

MEMPERSIAPKAN SEMINARI TINGGI BARU PROVIDENTIA DEI

Di tengah jaman yang serba modern ini sepertinya sangat sulit untuk mencari benih-benih panggilan. Tantangan jaman yang cenderung serba sekuler membuat kehidupan rohani dan penghayatan iman hanya berhenti pada ritual saja. Realita ini membuat Keuskupan Surabaya tergerak untuk menjaring calon gembala. Tak mengherankan kalau Keuskupan Surabaya salah satunya juga berpikir untuk mendirikan seminari tinggi sendiri.

Menurut romo Nanglik Keuskupan Surabaya punya potensi dan merasa mampu untuk mengelola sebuah seminari tinggi secara mandiri. Makanya, dalam waktu dekat Keuskupan akan meresmikan seminari tinggi Providentia Dei pada 4 Agustus 2009 mendatang. Harapannya adalah, agar bibit-bibit panggilan yang ada bisa terbina dengan baik. Seminari yang baru ini menjadi bagian tak terpisahkan dari keprihatinan Gereja Keuskupan Surabaya.

Menurut rencana seminari tersebut akan bertempat di Hening Griya jalan Jemursari Surabaya, sedangkan tempat studi dan kuliah  telah disiapkan Universitas Katolik Widya Mandala, di jalan Kalijudan Surabaya. Menurut romo Nanglik Universitas Katolik memang seharusnya memiliki fakultas Filsafat dan Teologi  “Dalam waktu dekat ini keuskupan telah mengurus ke dirjen Dikti untuk pengajuan fakultas Teologi dan Filsafat” ungkapnya

Seminari Providentia Dei adalah seminari tinggi baru yang nantinya akan menjadi seminari tinggi pertama di Surabaya. Angkatan pertama yang akan memasuki masa kuliah  adalah sepuluh frater yang telah menyelesaikan masa tahun rohani di Sasana Krida Jati Jejer-Trawas. Untuk selanjutnya mereka akan meneruskan masa kuliah teologi dan filsafat. Sedangkan para frater yang selama ini berada di seminari Giovani dan menyelesaikan masa kuliah di STFT Widya Sasana Malang terus berlangsung  seperti biasa. (*) Oleh : Aloysius Suryo


0 Responses to “Menebar Benih Panggilan di Seminari Tahun Rohani”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: