12
Sep
09

LIPUTAN NATAL 2008 : Yesus Tidak Ingin Tiket Keliling Dunia

Hal 14Natal bukan hanya tradisi tahunan yang bersifat hura-hura namun Natal lebih direfleksikan dalam suatu sikap saling menghargai, toleransi sehingga terbentuklah suatu kedamaian antar sesama. Kiranya tema Natal tahun ini yaitu ”Hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang” adalah tepat di tengah ketidakpastian kehidupan manusia saat ini, banyak nya pertikaian karena berbagai perbedaan yang muncul dalam masyarakat yang majemuk.

Situasi negara yang tidak menentu, seperti harga kelapa sawit yang turun dan minyak tanah yang hilang dari peredaran seperti yang diungkapkan Romo Y. Eko Budi Susilo, Pr dalam homilinya pada misa malam Natal, 24 Desember 2008 pukul 00.00  kembali menegaskan bahwa didalam keprihatinan harus ada sukacita dan kesederhanaan. Tema perdamaian dihubungkan dengan kehidupan dalam keluarga. Keluarga juga merupakan tonggak yang penting dalam menciptakan lingkungan damai dengan memperjuangkan perdamaian sebab Yesus sendiri adalah pemimpin damai. Dalam Misa ini Romo Eko Budi Susilo, Pr dibantu oleh Romo Alb Haryopranoto, Pr dan frater Stevanus Sondakh, Pr.   

Pengertian sederhana tentang hidup damai juga diungkapkan Rm A. Eko Wiyono. Pr, yang ditemani oleh frater s. Sondakh, Pr dan Louis, Pr dalam Misa Natal anak-anak  25 Desember 2008, pukul 09.30  adalah tidak bertengkar, saling menolong, saling menyayangi.

Hal yang menarik adalah tampilnya beberapa remaja yang memerankan Yesus dan anak-anak dimana muncul tawar-menawar tentang persembahan apa yang diinginkan Yesus. Ada yang ingin mempersembahkan tiket keliling dunia, Robot dan PS2, namun yang diminta Yesus ternyata hanya sebuah hati dan cinta. Ya, hanya dengan hati dan cinta sajalah dunia ini mampu diubah. Seperti hati dan cinta anak-anak yang begitu polosnya, tidak munafik dan apa adanya. Kepolosan ini pun nampak pada sikap anak-anak selama Misa berlangsung. Ada beberapa anak yang mondar-mandir, berdoa dengan manis di saat Ekaristi dimulai dan berlomba maju mendekat panti imam saat drama dimulai dan menjadi antusias ketika Romo Eko  memberi 5 pertanyaan, anak-anak saling berebut memberi jawaban, tak peduli apakah jawaban mereka salah atau benar, yang penting mereka berani mengungkapkan apa yang mereka tahu.  

Kemeriahan Misa didukung oleh Paduan Suara Anak Katedral, Paduan Suara SD Karitas dan Paduan Suara SD Katarina. Setelah Misa anak-anak dihibur dengan panggung terbuka yang diisi nyanyian, membaca firman, menari yang kesemuanya dilakukan oleh anak-anak yang tergabung dalam BIAK Paroki. (*)

Oleh : Yohana Tungga


0 Responses to “LIPUTAN NATAL 2008 : Yesus Tidak Ingin Tiket Keliling Dunia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: