12
Sep
09

Era Baru Gereja yang Terbuka

Hal 5Jadilah garam dan terang dunia, semangat itulah yang saat ini ingin dihidupi oleh Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Surabaya. Dijumpai di kediamannya, Romo Yoseph Eko Budi Susilo, Pastor Kepala Paroki HKY, berbagi tentang arah gerak Paroki HKY menuju paroki yang inklusif.

Melalui struktur kepengurusan Dewan Pastoral Paroki (DPP) yang baru terbentuk September 2008 lalu, Paroki HKY berharap dapat lebih terlibat dalam keprihatinan gereja terhadap pendidikan, kesehatan, terciptanya rasa aman, keadilan dan kesempatan bekerja di tengah masyarakat. Inklusif berarti bahwa gereja sebagai tanda kehadiran Kristus di tengah masyarakat mau berdialog dan terbuka dengan umat beragama lain. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pelayanan internal, gereja harus membekali para jemaat agar kehidupan rohani dan imannya dapat semakin kuat, tangguh dan dewasa. Akan tetapi, kehidupan rohani dan iman yang dewasa tersebut baru akan bertumbuh dan berdaya guna apabila diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam usahanya untuk menjadi garam dan terang di tengah masyarakat saat ini, Paroki HKY merasa perlu untuk melakukan pengembangan kegiatan paroki dan perubahan struktur kepengurusan dewan paroki.

Kegiatan Paroki HKY

Langkah tersebut nampak dan nyata benar terlihat melalui banyak kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Paroki HKY. Di bawah koordinasi Ag. Neck Ingkiriwang, Ketua II DPP (Bidang Sosial Kemasyarakatan), beberapa kegiatan seperti pembagian sembako bagi para tukang becak yang diadakan menjelang hari raya Idul Fitri akhir September 2008 lalu dan general check-up murah pada Desember 2008 telah digelar untuk mengajak umat terlibat dalam memperhatikan paroki dan lingkungan sekitarnya. Beberapa agenda lain juga telah dipersiapkan dengan matang dan siap untuk digulirkan, seperti Gerakan Solidaritas Pendidikan (GSP). GSP dirancang untuk membantu umat yang kekurangan biaya untuk sekolah dengan menghimpun dana dari umat untuk dikembalikan berupa beasiswa bagi umat. Pada awal kegiatannya, beasiswa memang akan diprioritaskan bagi umat (internal) terlebih dahulu tetapi tidak menutup kemungkinan beasiswa juga diberikan bagi masyarakat lain.

Dalam bidang kesehatan, rencana untuk membuat Poliklinik Murah juga menjadi salah satu sarana untuk membantu masyarakat di tengah kian menanjaknya biaya kesehatan saat ini.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Romo yang memiliki prinsip hidup “Melaksanakan kehendak Allah” ini menegaskan bahwa tidak ada perbedaan dalam porsi kegiatan untuk umat dan untuk masyarakat. “Siapa saja, agama apa saja, setiap orang, setiap anak bangsa yang membutuhkan bantuan akan dibantu. Kita harus mencontoh orang Samaria yang tidak mempunyai iman tetapi tetap membantu orang yang dirampok, apalagi gereja yang memiliki preferential option for the poor, yaitu mengutamakan kaum miskin,” terangnya.

Kegiatan tidak hanya dikembangkan dalam bidang sosial kemasyarakatan saja. Melalui Tim Kerja Kerasulan Awam (Kerawam) dan Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK), Paroki HKY berencana untuk menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan seperti mengumpulkan tokoh-tokoh agama, mengadakan dialog antar umat beragama, hingga kegiatan kerja bakti bersama masyarakat.

Rencana ini dapat dimaklumi karena Romo Eko Budi yang mantan Ketua Komisi HAK Keuskupan ini sekarang menjabat Ketua Komisi Kerawam Keuskupan. Saat mengepalai Paroki St Aloysius Gonzaga Surabaya, Romo Eko Budi juga mendampingi dengan antusias terbentuknya Forum Masyarakat Pelangi yang beranggotakan lintas agama.

Pembentukan Badan Gereja Katolik Paroki (BGKP)

Pembentukan struktur DPP di Paroki HKY untuk masa kepenguru san tahun 2008-2011 sedikit berbeda. Ada hal baru didalam strukturnya, yaitu dibentuknya BGKP. Pembentukan BGKP sebagai bagian dari DPP juga merupakan bukti bahwa gereja siap membuka diri berurusan dengan hal-hal yang menyangkut masyarakat dan administrasi negara. BGKP dan DPP layaknya satu keping mata uang, ada dalam satu wadah tetapi berbeda fungsinya. Bila DPP bertanggung jawab terhadap pengembangan pastoral umat, maka BGKP bertugas untuk mengelola harta benda gereja. BGKP yang berbentuk badan hukum dan diresmikan oleh notaris ini berfungsi untuk membantu romo paroki dalam mencatat inventaris paroki dan hal-hal yang terkait dengan kepegawaian serta harta benda Paroki.

Pada kepengurusan DPP sebelumnya, tugas BGKP dilaksanakan oleh salah satu dari ketiga Ketua Dewan Paroki. Saat ini, selain menggunakan dasar teologi dan pastoral, Paroki HKY juga mengatur dan membentuk organisasinya menurut hukum gereja yang terdapat di dalam Kitab Hukum Kanonik yang diatur pada kanon 537, 532, dan 1281-1288.

Dalam kanon 537 dinyatakan dengan jelas bahwa: “Di setiap paroki hendaknya ada dewan keuangan yang diatur selain oleh hukum universal juga oleh norma-norma yang dikeluarkan oleh uskup diosesan; dalam dewan keuangan itu kaum beriman kristiani yang dipilih menurut norma-norma itu, hendaknya membantu paroki-paroki dalam mengurus harta benda paroki, dengan tetap berlaku ketentuan kanon 532”. BGKP yang berada di-bawah koordinasi Johanes Petrus John Maheli sebagai ketua pelaksana ini memiliki sifat konsultatif terhadap Romo Paroki.

Era Baru Gereja

Era baru gereja yang terbuka tidak hanya berhenti pada pengembangan kegiatan paroki dan perubahan struktur kepengurusan, melainkan juga perubahan paradigma, sikap dan mental warga gereja. Perubahan paradigma (cara pandang) bahwa Gereja adalah bagian dari masyarakat. Maka, keprihatinan masyarakat adalah juga keprihatinan Gereja. Setelah hal-hal dasar itu tercapai, mari kita songsong fajar perubahan di Paroki kita tercinta ini. (*)

Oleh : M. Ch. Reza Kartika


0 Responses to “Era Baru Gereja yang Terbuka”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: