12
Sep
09

Apa Kabar Mudika HKY?

Hal 27Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 dan hujan beranjak reda. Tidak seperti biasanya hiruk-pikuk dan lalu-lalang orang dengan kesibukannya masing-masing seakan tidak menghiraukan genangan air dan cuaca yang tidak bersahabat. Gemerlap lampu Natal  gereja seakan bersahutan dengan suara tawa dan  gesekan gergaji dari salah satu sudut gereja  menambah riuh suasana persiapan Natal 2008 di Gereja HKY Surabaya.

Malam itu 23 Desember, penulis harus menepati janji bertemu dengan koordinator Mudika PHKY Surabaya. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Benedizione punya kesempatan bertemu dengan tokoh OMK HKY ini. Dibantu seorang teman yang juga aktivis  mudika HKY, saya dipertemukan dengan Floribertus Adityasmoko yang dipercaya menjadi koordinator Mudika HKY masa bakti 2008-2011. Di tengah kesibukannya menyempurnakan kandang Natal, dia menyambut  baik ajakan penulis berbincang sejenak tentang dinamika kaum muda HKY.

Walaupun belum cukup lama menjadi koordinator Mudika, ada banyak hal yang sudah dipikirkannya terkait pengembangan Mudika HKY tiga tahun  ke depan. Kegelisahan utamanya adalah tentang sepinya dinamika Mudika Paroki maupun Wilayah. Dan  mungkin tidak hanya sepi tapi perlahan redup seperti lampu senter yang kehabisan energi dan jika tidak di charge akan segera mati.

Salah satu masalah yang dianggapnya cukup berpengaruh pada redupnya dinamika Mudika adalah kurangnya pemahaman terhadap posisi dan peran Mudika, baik yang berada di Wilayah maupun Paroki. “Peran strategis dan taktis  Mudika dalam suatu paroki seyogyanya berada  di Mudika Wilayah, dan peran pengurus Mudika Paroki hanya sebagai fasilitator kegiatan Mudika Wilayah. Yang terjadi selama ini, seolah-olah Mudika Wilayah dan pengurus Mudika Paroki berdiri sendiri,” ujarnya sembari memperhatikan rekannya yang asyik mengamati kandang Natal yang hampir rampung.

Walau sudah menyadari problematik redupnya  dinamika Mudika Paroki katedral, ternyata memang belum ada langkah konkrit yang diambil. Program kerja menurut Flori sudah dibuat, tapi belum ada tindakan taktis maupun strategis yang diambil. 

Ditanya tentang  kemungkinan kejenuhan karena kegiatan Mudika yang itu-itu saja (seputar gereja – red.), rupanya lelaki yang berperawakan subur ini tidak sependapat. Ia menegaskan memang aktivitas mudika ya begitu, kalau sekarang banyak yang tidak aktif mungkin mereka sibuk dengan aktifitas pribadinya. 

Kondisi ini, mungkin ada benarnya. Namun sebelum pemilihan pengurus baru Oktober 2008 lalu, aktifitas Mudika HKY masih nampak. Paling tidak mereka berolahraga setiap Rabu, mengadakan bakti sosial di Bojonegoro ataupun sekadar misa mingguan bersama dan merayakan hari ulang tahun. Penulis sempat beberapa kali diajak main bola bersama di pelataran timur Gereja. Dari pengamatan penulis setiap acara kurang lebih dihadiri 20 orang.  Kemana semua orang yang dulunya sering nongol di Gereja itu? Perlu alasan yang luar biasa untuk membuyarkan komunitas kecil tersebut dari rutinitas dan hobinya.

Penulis sempat menanyai beberapa pentolan Mudika yang sebelumnya cukup sering hadir pada acara Rabuan tersebut di atas. Masalahnya menurut mereka ada pada nilai, semangat dan kepemimpinan yang  tidak memadai.  Nilai (value) bagi mereka seperti roh yang memanggil setiap anak muda HKY, misalnya persaudaraan dan solidaritas. Pertanyaannya, apakah nilai ini tergusur setelah pergantian kepengurusan atau raib begitu saja?. Perlu daya dari semua Mudika HKY untuk mengembalikan nilai dan semangat itu. Hal ini tentu juga harus didukung kepemimpinan yang kuat.

Tentang kepemimpinan, Flori mengakui memang jadi problem tersendiri. Benedizione sempat menanyakan apakah ada upaya kaderisasi untuk menjawab problem itu. Kaderisasi ternyata sudah disiapkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan  bersama dengan Mudika Wilayah. “Saya mencoba menshare kegiatan baik yang ada di Wilayah dan Paroki. Ya kegiatan yang tidak terlampau banyak menyita waktu, profan dan momentum” tuturnya. Kita tunggu saja mudah-mudahan cara ini jadi pencahar mampetnya kaderisasi.

Kepada Benedizione Flori mengharapkan dukungan dan partisipasi semua Mudika HKY untuk bersama menggiatkan kembali aktivitas Mudika. Sebelum berpamitan Benedizione sumbang saran agar  Mudika HKY harus lebih terbuka dengan informasi dan mau terlibat atau bekerja sama dengan Mudika di Paroki lain. Manfaat berjejaring adalah dapat membandingkan kondisi  satu Paroki dengan yang lainya dan saling bertukar pengalaman tentang Mudika.

 Tentang nilai atau  keutamaan, pemberdayaan komunitas dan kaderisasi, mailing list orang muda katolik (orangmudakatolik@yahoogroups.com) dan situs (www.-jejaringmudakatolik.web.id) agaknya cukup inspiratif dan informatif, tidak hanya untuk Mudika tapi OMK secara keseluruhan.

Medium ini bisa jadi sarana pembelajaran alternatif kehidupan berMudika. Waktu masih panjang untuk berbenah, suatu saat Mudika HKY tidak hanya jadi Mudika Paroki tapi jadi Muda, Katolik dan Indonesia.

Wawancara Dengan Sicilia Triana Medianti

Hal 29Metropolisitas Surabaya rupanya membawa pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan para kaum muda. Tantangan ini juga tengah dihadapi Mudika Paroki HKY. Ketika ditemui di rumahnya di jalan Wonoagung 3 Surabaya, Sicilia Triana Medianti menceritakan pengalamannya sejak Agustus lalu menjabat sebagai wakil ketua Mudika HKY. “Orang muda sekarang ini memiliki banyak tuntutan. Arus mobilitas yang tinggi sering membuat penat belum lagi ditambah dengan berbagai tuntutan sosial yang harus kita penuhi.Maka dalam kepengurusan ini pertama-tama kami ingin mengumpulkan dahulu para Mudika di HKY.“

Guru yang saat ini mengajar di playgroup dan TK di jalan Prapanca 38 ini mengaku belum berani menetapkan target pasti dalam kepengurusannya untuk mendampingi sang ketua, (Floribertus Adityasmoko) dalam 3 tahun ke depan, melainkan ingin melangkah pelan dan pasti. Langkah konkrit yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan meneruskan berbagai progam rutin yang telah dibuat pengurus sebelumnya melalui berbagai kegiatan seperti Natal, tugas liturgi di Gereja setiap minggu ke-1 dan ke-5 serta merencanakan Valentine Days di bulan Februari nanti.

Dian -panggilan akrabnya- menuturkan harapan pribadinya mengenai Mudika. “Aku berharap agar orang muda Katolik akan lebih banyak lagi mau meluangkan waktu untuk hidup bersama menggereja, menyadari panggilan sebagai orang muda yang menjadi penerus. Setiap orang hendaknya mau membuka diri seluas-luasnya dan masuk dalam pelayanan gereja dan membuang sikap apatis serta anggapan bahwa urusan gereja adalah urusan orang lain.”

Mudika HKY membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk Anda. (*)

Oleh : Andre Yuris & Yuliana Kristiani Dewi


0 Responses to “Apa Kabar Mudika HKY?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: