24
Jul
10

Profil Panti Asuhan Don Bosco Surabaya

Anak-anak Berhak Untuk Bahagia

Yayasan Don Bosco didirikan pada 18 Desember 1927. Nama yayasan ini berasal dari seorang pastor Italia bernama Johanes Bosco, yang waktu kecilnya berasal dari keluarga miskin dan dan ditinggal mati ayahnya. Umur 8 tahun Bosco sudah bekerja membantu menjaga ternak dari ibunya dan pada umur 15 tahun baru dapat pergi ke sekolah dengan teratur.

Sejak kecil Bosco sudah selalu memperhatikan nasib para temannya dan waktu menjadi pastor pekerjaan kerasulan itu diteruskan kepada kaum penganggur dan para gelandangan. Karena sering berkunjung ke penjara, ia sadar bahwa “lebih baik menghindari kejahatan daripada menghukumnya.” Dari pengalamannya ia juga sadar bahwa tidak cukup hanya mengumpulkan kaum muda sewaktu-waktu untuk memberikan mereka suatu kesibukan, tapi perlu juga ada pengasuhan tetap, supaya dapat mencapai sesuatu.

Maka tanpa uang dan bantuan selain dari ibunya sendiri, mulailah ia mengumpulkan dan menampung beberapa anak. Pekerjaan ini terus berkembang sampai akhirnya ia wafat pada 31 Januari 1888. Kongregasi yang didirikannya telah mempunyai 1000 anggota dan mempunyai tanggungan atas seratus ribu anak.

Ada 4 kata yang menjadi rahasia Bosco untuk menaklukkan hati anak asuhnya. Kata itu adalah kegembiraan, kepercayaan, kesalehan dan kebebasan. Tapi rahasia utama adalah Bosco kasih sayang yang luar biasa pada anak. Maka, di Surabaya pada 1927, didirikan yayasan Don (Bapak) Bosco yang mempunyai tujuan yang sama seperti pastor Bosco yaitu mengasuh anak-anak yang terlantar dari keluarganya.

Pendiri yayasan ini adalah pastor G.J. Ter Veer yang menjadi direktur pertama dari tahun 1927-1933. Mulanya, yayasan yang sudah mempunyai banyak tanggungan anak asuh ini belum memiliki panti sendiri. Anak-anak itu terpaksa ditampung di panti-panti lain dan rumah pondokan. Sampai akhirnya empat tahun kemudian (2 Desember 1931) Yayasan Don Bosco mempunyai panti sendiri di gedung sewaan di jalan Ngemplak nomor 7-8 Surabaya (sekarang kantor polisi lalu lintas). Pada 1937 Yayasan ini baru memiliki pantinya sendiri di jalan Tidar 115 Surabaya dan mulai membuka sekolah TK sendiri. Dua tahun berikutnya, SD Don Bosco berdiri dan disusul kemudian dengan pembangunan komplek sekolah yang lebih lengkap.

Di kompleks Tidar itu, sekolah SMP dikelola oleh Yayasan St. Louisia, sekolah SMA dan SMK oleh Yayasan Lasaris dan poliklinik umum dan gigi dari Lembaga Karya Dharma Keuskupan Surabaya.

Visi dari panti asuhan (PA) Don Bosco adalah “terwujudnya panti asuhan yang beriman, di mana anak-anak merasa dicintai, dididik, dibina menjadi anak yang takwa kepada Tuhan, cinta kepada sesama, mandiri dan terampil, bertanggung jawab serta cinta pada lingkungan, mengasuh dan mendidik anak-anak,” ujar Louis W. Karyana, sekretaris panti asuhan Don Bosco.

Karyana mengatakan ada tujuh misi PA Don Bosco yaitu (1) menerima, memperhatikan dan menyapa anak-anak dengan penuh kasih sayang, (2) memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani, (3) menumbuhkembangkan anak menjadi sehat, cerdas dan ceria. (4) menanamkan nilai-nilai cinta kasih antarsesama, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sehingga mempunyai rasa syukur dan budi pekerti yang luhur, (5) memenuhi pendidikan dasar dan lanjutannya sesuai dengan bakat anak, (6) menumbuhkembangkan rasa percaya diri supaya anak terpacu untuk berprestasi, baik di bidang akademis, seni, olah raga, dan keterampilan serta (7) menanamkan rasa kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya.

Kekhasan PA Don Bosco adalah mengasuh dan mendidik anak laki-laki (dari segala golongan) yang terlantar karena salah satu orang tuanya atau keduanya meninggal dunia, cerai, atau karena sebab lainnya.

Sumber keuangan PA Don Bosco berasal dari sumbangan dermawan dan masyarakat umum serta dari keluarga anak yang diasuh. Guna menunjang biaya operasional, PA Don Bosco mempunyai usaha ekonomi produktif diantaranya usaha daur ulang kompos, menanam sayuran, buah dan tanaman obat serta usaha fotocopy, mencetak, menjilid, dan memotong kertas untuk umum.

Untuk menunjang kegiatan sehari-hari, pihak PA Don Bosco menyediakan sarana dan fasilitas antara lain tempat ibadah, aula untuk kegiatan besar, ruang latihan dan peralatan musik serta ruang belajar dan rekreasi.

Di sana juga tersedia ruang makan bersama, ruang ganti pakaian, lapangan plus peralatan olahraga, perpustakaan, poliklinik umum dan gigi, serta dapur, ruang cuci dan jahit pakaian.

Sehari-hari, selain sekolah formal, anak-anak panti juga dikenalkan dengan kesenian lewat latihan bermain musik kolintang dan organ, menyanyi, menggambar dan melukis. Mereka juga dikenalkan dengan teknologi lewat belajar komputer. Di sela-sela aktivitas itu mereka juga dididik untuk bertanggung jawab lewat tugas-tugas harian seperti membersikan ruang tidur, ruang belajar, dan halaman panti, mencuci piring  dan perlengkapan pribadi.

“Tapi di atas semua kesibukan itu, kami hanya ingin agar anak-anak ini berbahagia dengan keluarga barunya. Anak-anak ini berhak untuk bahagia,” ujar Louis.

Saat ini PA Don Bosco, merawat 23 anak kelompok bayi dan balita (0-4 tahun), 27 orang (usia 5-7 tahun), 24 orang ( usia 8-10 tahun), dan 12 orang (usia 11-13 tahun). Total anak asuh di PA Don Bosco tahun ini adalah 86 anak.

Setiap anak di kelompok usia memiliki jadwal harian yang diterapkan untuk melatih kedisiplinan dan kemandirian anak. Pada mereka diterapkan tugas piket menjaga kebersihan lingkungan. Porsi terbesar waktu mereka adalah bermain dan bergembira, karena itulah yang menjadi hak mereka. “Di PA ini kami mengenalkan cinta dan kasih sayang yang tidak pernah mereka rasakan di keluarganya. Dengan dicintai, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang juga akan mencintai Tuhan dan sesamanya. Singkatnya, kami hendak membimbing mereka menjadi pribadi yang sehat, cerdas dan ceria,” ujar Louis menambahkan.

Dalam rangka menyalurkan anak-anak berprestasi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, PA Don Bosco bekerja sama dengan panti-panti lain seperti di Wisma Taruna Bhakti di Prigen Tretes, PA St. Aloisius di Madiun, PA Marga Ningsih di Lasem Rembang serta PA Bhakti Luhur di Malang. Kerjasama ini telah berlangsung lama dan telah mengantar anak-anak asuh untuk meraih cita-cita dan masa depannya. 

Suster Gita, PK pengasuh di kelompok usia balita mengatakan, melayani anak-anak adalah melayani putih kasih Kristus pada diri orang kecil. “Mereka adalah manusia biasa seperti kita yang mempunyai banyak impian dan cita-cita, mereka mempunyai waktu yang sangat panjang untuk menggapai semuanya, tapi mereka telah ditelantarkan oleh orangtua atau siapapun yang telah meninggalkan mereka. Kita sebagai umat Kristus wajib memberikan dan mendermakan kelebihan yang kita miliki. Apapun yang kita berikan pada mereka akan diterima dengan ketulusan hati,” ujarnya.

Menutup perbincangan siang itu, Benedizione mengajak anak-anak itu untuk berfoto bersama. Tampak di wajah polos mereka, masa depan bangsa dan gereja. (*)

Oleh: Krispinus Alfen

1. Ketua                                  : Romo Murdani

2. Wakil ketua                         : Sr. Victoria, PK

3. Sekertaris                            : Louis W. Karyana

4. Bendahara                           : Sr. Adriana, PK

Pengurus harian panti :

1. Pimpinan atau ketua            : Sr. Aloysia, PK

2. Sekretaris                            : Louis W. Karyana

Staf pengasuh:

1. Bagian perawatan bayi & balita  : Sr. Adriana, PK

2. Bagian kelompok I              : Sr. Gita, PK

3. Bagian kelompok II dan III            : Sr. Costantine, PK

Staf pengatur rumah:

1. Bagian rumah dan ruang makan anak : Sr. Elise, PK

2. Bagian winatu dan rumah tangga       : Sr. Veronika, PK

3. Bagian kesehatan dan pengobatan     : Sr. Elsa, PK

Staf pembimbing lainnya:

1. Kepramukaan dan olah raga           : Suprapto

2. Musik Angklung                             : -

3. Komputer                                        : Agus

4. Musik kolintang                              : Yopi

5. Kerohanian                                      : -

6. Melukis atau menggambar              : Anton

Bantuan anda dapat disalurkan melalui:

Jln Tidar 115 Surabaya 60252

Telp: 031-5471410, 5345630

Fax: 031- 5325132

Rekening Bank:

1. BNI Cab. 14 Surabaya, Jln Raya Gubeng 55 Surabaya No: 0049831202

2. BRI Cab. Surabaya Kaliasin Jln. Jendral Basuki Racmat 138 Suarabaya No: 0096-01-000793-30-9

Email : pantidonbosco@yahoo.com

Website : http://www.pantidonbosco.com

About these ads

0 Responses to “Profil Panti Asuhan Don Bosco Surabaya”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: