05
Jan
10

Malam Keakraban PDKI ; Kasih yang Membumi

Selama dua hari, 21 dan 22 November lalu di Griya Samadhi Vincentius Prigen, PDKI PHKY mengikuti “Malam Keakraban” yang digelar oleh PDKI keuskupan Surabaya dalam rangka memperingati HUT-nya yang keempat.

Acara yang bertemakan “Kasih Yang Membumi” ini diikuti oleh perwakilan dari PDKI berbagai paroki se-Keuskupan Surabaya. Acara dibuka dengan pemeriksan kesehatan gratis kepada semua peserta yang berminat. Yang meliputi tes gula darah, lemak dan tulang. Peserta sangat antusias mengikuti acara tersebut, hal itu tampak dari antrian masing-masing tempat pemeriksaan.

Tepat pukul 15.00 acara resmi dibuka dengan misa yang dipimpin oleh Mgr. V. Sutikno Wisaksono didampingi Rm. Santosa dan Rm. Lukas. Dalam khotbahnya Mgr Sutikno menyampaikan bahwa apapun panggilan hidup kita, apakah kita dipanggil untuk menjadi awam atau rohaniwan-rohaniwati itu tidak penting. Yang penting adalah bagaimanakah caranya kita mengisi hidup ini. Yaitu hidup yang didasari oleh kasih Illahi.

Kemudian acara diisi dengan sekilas kegiatan PDKI Keuskupan selama tahun 2009. Dilanjutkan sesi bersama Mgr. Sutikno. Dalam sesinya monsinyur menekankan pentingnya peran Roh Kudus yang dapat mempersatukan gereja sebagai suatu komunio.

Terakhir acara ditutup dengan ibadat malam. Namun sebelumnya, sebagai salah satu bentuk perwujudan dari belas kasih, diadakan acara lelang dua buah Rosario dan gambar Yesus Kerahiman Ilahi yang hasilnya akan disumbangkan ke sekolah usia dini di Tulungagung, penyelesaian pembangunan balai paroki St Stefanus Tandes dan seminari tinggi Providentia Dei Surabaya.

Hari kedua acara dibuka dengan ibadat pagi. Setelah itu Rm. Lulus Widodo, Pr yang saat ini tengah berkarya di Palangkaraya dengan guyonan dan nyanyian khasnya mengocok perut peserta dalam dua sesi sekaligus. Dalam sesinya Rm. Lulus menyampaikan bahwa untuk mempunyai kasih yang membumi kita harus berani bertolak ke tempat yang lebih dalam (Duc in altum, Luk 5:4). Yaitu kita ditantang untuk berani mencintai dengan resiko disakiti. Berani bertolak kedalam kepahitan hidup untuk dapat menemukan kemanisan hidup. Dan dalam kenyataan yang pahit itu, apakah kita dapat menemukan Allah. Serta gambaran Allah yang seperti apakah yang dapat kita temukan.

Tepat pukul 13.00 serangkaian acara dua hari itu ditutup dengan misa yang dipersembahkan oleh Rm. Lulus, Rm. Santosa dan Rm. Lukas.

Terakhir selesai foto bersama serta makan siang, semua peserta berkemas untuk pulang sambil masing masing memaknai “duc in altum”, beranikah kita menerima tantangan dengan bertolak ke tempat yang lebih dalam di kehidupan kita masing masing. (*)

Oleh : Theresia Margaretha

About these ads

0 Responses to “Malam Keakraban PDKI ; Kasih yang Membumi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: